18 Apr 2014

MENGENAL CIRI KHAS BATIK TASIK MALAYA



          Pembuatan Batik Tasikmalaya sama dengan batik pada umumnya, dimana ada yang terbuat dari tangan / batik tulis dan ada juga dicetak / batik cap. Batik Tasikmalaya terdiri dari 3 golongan, antara lain: Batik Sukapura, Batik Sawoan, dan Batik Tasik.

          Umumnya ketiga golongan Batik Tasikmalaya tersebut diatas motifnya bercirikan gambar flora, fauna, dan alam, seperti contohnya: motif manuk rereng peutey selong, manuk latar sisik, merak latar haremis, merak ngibing, rereng daun peuteuy papangkah, dan banyak lagi. Namun ada juga motif Batik Tasikmalaya yang disesuaikan dengan permintaan pasar diera moderen ini, misalnya motif motor Harley Davidson.

Untuk Batik Sukapura memiliki ciri khas warna yang digunakan yaitu: warna hitam, merah marun, putih dan gading.

Untuk Batik Sawoan warna yang digunakan dominan warna coklat layaknya buah sawo dengan menambah sedikit paduan warna indigo. Sementara warna ornamennya mirip Batik Solo yang menggunakan warna putih.

Sementara Batik Tasik sangat mudah dikenali dari warnanya yang lebih terang dan cerah dengan dominan berwarna biru yang dipadukan dengan sedikit warna lain, seperti: kuning, ungu, merah, orange, hijau, dan soga.


          Saat ini Batik Tasikmalaya sudah menjadi komoditi utama masyarakat Tasikmalaya sendiri, sehingga mampu mengangkat perekonomian masyarakat setempat.










Baca Selanjutnya Disini.....

15 Apr 2014

CARA MUDAH MEMBEDAKAN ANTARA KAIN SUTERA ASLI (SILK) DAN KAIN SUTERA PALSU (SILKY)



          Jaman sekarang hampir tidak ada sesuatu apapun didunia ini yang tidak bisa dipalsukan. Teknologi masa kini mampu melakukan semua itu.

          Salah satu contohnya adalah kain sutera. Secara kasat mata sulit dibedakan mana kain sutera asli / original (silk) dan kain sutera palsu (silky). Kain sutera palsu terbuat dari bahan sintetis dan teksturnya juga memiliki karakter yang lembut serta halus.

Untuk kain sutera asli sendiri ada yang terbuat dari Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dan ada juga terbuat dari Alat Tenun Mesin (ATM).

Nah...., berikut tips / cara mudah untuk membedakan antara kain sutera asli (silk) dan kain sutera palsu (silky):

1. Kain sutera asli jika disimpan dalam keadaan terlipat, maka tidak akan meninggalkan bekas lipatan.

2. Warna kain sutera asli tidak mengkilap dan tidak licin.

3. Kain sutera asli yang terbuat dari Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) kainnya mudah kusut, sedikit kasar, dan agak tebal, namun tetap lembut. Sementara kain sutera asli yang terbuat dari Alat Tenun Mesin (ATM) karakternya lebih halus.

4. Jika sesama kain sutera asli saling digesekkan, maka akan menimbulkan suara gemersik serta kresek.

5. Kain sutera asli jika dibakar sedikit pada seratnya maka menimbulkan bau seperti rambut terbakar, dan sisa pembakaran tersebut akan hancur tanpa sisa jika diremas.

6. Harga kain sutera asli tentunya lebih mahal dibandingkan kain sutera palsu.

          Bagaimana dengan baju / pakaian sutera serta kain kain sutera yang terlanjur anda beli, apakah silk ataukah silky?







Baca Selanjutnya Disini.....

13 Apr 2014

MERAWAT PAKAIAN BERBAHAN SUTERA



          Pakaian berbahan sutera perlu perawatan yang ekstra hati – hati untuk merawatnya, apalagi harganya yang tidak murah juga berkesan mewah. Beberapa tahap untuk perawatan pakaian berbahan sutera atau kain sutera, dimulai dari:


Cara mencuci pakaian berbahan sutera:

- Jangan mencuci pakaian berbahan sutera dengan menggunakan mesin cuci karena serat sutera akan    mudah rusak serta kusut. Sebaiknya dikucak secara lembut dan perlahan – lahan dengan menggunakan tangan.

- Cucilah pakaian sutera atau kain sutera anda dengan deterjen khusus sutera atau sabun lerak, dan boleh juga dengan shampo yang tidak mengandung minyak agar permukaan sutera tidak terasa lengket.

- Jika terdapat noda pada pakaian sutera anda maka gosok dengan menggunakan kulit jeruk atau cuka, kemudian kucek perlahan hingga nodanya hilang lalu cuci dengan shampo.

- Jangan sekali – kali pakaian sutera atau kain sutera anda direndam dalam satu wadah dengan pakaian lain yang bukan sutera untuk menghindari kena luntur. Juga jangan sampai terdapat lipatan pada bagian pakaian / kain tersebut saat merendamnya.

- Hindari pakaian sutera atau kain sutera anda dari bahan pemutih.

- Bilas pakaian sutera atau kain sutera anda sebanyak 3 kali dengan mengunakan air hangat untuk menjaga bagian pelapis pada sutera tersebut tetap mengkilap.

- Jangan peras langsung dengan menggunakan tangan, namun sebaiknya bungkus terlebih dahulu pakaian sutera atau kain sutera ke dalam handuk dengan cara menggulung lalu peras airnya sampai selesai.



Cara menjemur kain sutera atau pakaian berbahan sutera:

Jangan dijemur langsung dibawah sinar matahari karena warna bahan suteranya mudah pudar. Cukup diangin – anginkan saja. Untuk sarung sutera sebaiknya saat dijemur gunakanlah sebatang tongkat dibagain bawahnya sebagai untuk pemberat, agar tekstur sarung sutera tetap terlihat lurus dan tidak kusut.



Cara penyetrikaan pakaian sutera atau kain sutera anda:

- Ubah setrika anda kesuhu terendah atau ke petunjuk warm silk.

- Setrikalah pakaian sutera atau kain sutera anda dalam keadaan lembab namun lapisi terlebih dahulu menggunakan kain katun.

- Setrikalah pada bagian dalam pakaian sutera anda dengan terlebih dahulu membalik bagian dalam tersebut agar berada diluar.

- Jika ingin memberi parfum pada pakaian sutera anda jangan disemprotkan langsung, karena bahan kimia yang terdapat dalam parfum dapat merusak tekstur dan warna pakaian sutera atau kain sutera tersebut. Namun saat menyetrikanya tutupilah terlebih dahulu pakaian sutera anda dengan sehelai kertas, kemudian semprotkanlah dengan parfum.



Cara menyimpan pakaian sutera:

- Bungkus terlebih dahulu pakaian sutera atau kain sutera anda dengan sehelai kain katun kemudian digantung dengan hangar dari bahan lembut.

- Boleh juga menyimpannya dalam sebuah tas beludru.

- Jangan menyimpan pakaian sutera atau kain sutera anda terlalu lama hingga berbulan – bulan dalam lemari, tetapi sesekali dijemur langsung dibawah matahari, namun cukup 1 jam saja.

- Simpan ditempat yang kering dan jangan dibungkus pelastik untuk menghindari jamur.









Baca Selanjutnya Disini.....

4 Apr 2014

MERAWAT BAJU / PAKAIAN BERBAHAN WOL


          Pakaian, selimut, syal, dan lain sebagainya yang terbuat dari bahan wol memang sangat nyaman dan hangat digunakan pada suhu udara yang dingin. Apalagi bahan wol ini sangat lembut dan halus bulunya. Namun sayangnya bahan ini sangat sensitif dan mudah rusak atau berbau jika tidak menggunakan perawatan khusus.

Bagian yang paling rentan mengalami penyusutan (rusak) pada baju yang terbuat dari bahan wol, terletak pada kera baju, siku, dan sakunya. Karena pada bagian ini paling sering terjadinya pergesekan.

Mencuci Dan Menghilangkan Noda Pada Wol.

          Jika terdapat noda pada pakaian berbahan wol maka tidak perlu dicuci. Cukup disemprotkan sedikit menggunakan air dingin yang telah dicampurkan dengan deterjen khusus wol atau dengan cairan yang mengandung zat adiktif lemah, kemudian ditepuk – tepuk menggunakan permukaan sikat namun jangan sekali – kali melakukan penyikatan, mengucek, atau menggosoknya, karena akan merusak serat bulu wol tersebut.

Bila noda membandel susah hilang, maka rendam pakaian berbahan wol tersebut ke dalam air hangat dengan menggunakan deterjen khusus wol atau menggunakan zat yang lemah adiktifnya tadi, selama beberapa saat kemudian bilas beberapa kali bersama air dingin namun jangan diperas untuk menjaga serat bulu wol tidak rusak.

Memeras pakaian dari bahan wol tersebut sehabis dicuci boleh dilakukan dengan cara membungkusnya terlebih dahulu menggunakan handuk kemudian barulah boleh diperas untuk mengeluarkan air cuciannya.

Mencuci baju berbahan wol cukup direndam selama 1 jam dalam air dingin agar bulu wol tersebut menyerap air dengan rata, kemudian masukkan deterjen khusus untuk wol dan tidak perlu dikucek, disikat, digosok, atau diremas. Cukup lakukan pembilasan beberapa kali.

Saat menjemur baju berbahan wol tadi jangan digantung, tapi letakkan dengan posisi mendatar pada selembar kertas yang sudah digunting membentuk pola seukuran baju wol tersebut, serta jemur diatas wadah yang berlubang – lubang agar airnya bisa cepat terbuang jatuh kebawah, dan menjemurnya sebaiknya tepat dibawah sinar matahari agar mudah kering.

Jangan diangin – anginkan sebab pakaian atau baju berbahan wol mudah menyerap dan menyimpan bau (termasuk bau apek) jika tidak kering betul.

Cara Setrika Baju / Pakaian Wol.

          Waktu melakukan penyetrikaan, semprotlah sesekali dengan menggunakan sedikit uap air dan jangan lupa atur alat setrika anda pada suhu panas yang khusus untuk bahan wol. Sambil disetrika sesekali sikatlah bulu wol tersebut kearah bawah agar kelihatan rapi dan teratur dengan menggunakan bulu sikat dari bahan lembut.

          Usahakan pakaian yang terbuat dari bahan wol jangan dilipat saat selesai dicuci atau disetrika, sebab bahan wol mudah menyerap dan menyimpan bau (seperti bau apek). Sebaiknya digantung saja dalam lemari pakaian anda.














Baca Selanjutnya Disini.....

20 Des 2012

SEJARAH DAN MAKNA GAMBAR TATO (TATTOO)

          Tato barasal dari bahasa Tahiti, yakni Tatau yang artinya rajah / merajah. Dalam Bahasa Inggris disebut Tattoo, dan Bahasa Indonesia menyebutnya Tato.

          Menurut para ahli sejarah diduga gambar tato sudah ada sejak 12.000 tahun SM, yang awalnya ditemukan pada beberapa Piramid di Mesir, kemudian menyebar ke Crete, Yunani, Persia, hingga Arab, seiring dengan perluasan kekuasaan kerajaan Mesir saat itu.

Pada tahun 2000 SM gambar tato menyebar masuk ke Cina (Tiongkok) dengan istilah Wen Shen yang artinya “akupuntur badan”. Ketika itu Wen Shen hanya boleh di rajah pada tubuh para nara pidana untuk membedakan mereka dengan masyarakat umum. Selanjutnya tato pun menjadi budaya pada beberapa etnis minoritas di Cina.

Seperti halnya Cina, dibeberapa negara lain juga gambar tato memiliki makna tersendiri bagi pemakainya.

Suku Indian di benua Amerika memaknai gambar tato pada tubuhnya sebagai seni dan status sosial mereka. Sementara bangsa Romawi kuno memakai tattoo hanya khusus untuk kaum budak dan para tahanan.

Suku Maori di Selandia Baru memakai gambar tato pada wajah dan bokongnya sebagai tanda bahwa mereka berasal dari keturunan baik – baik. Kalau di Kepulauan Salomo gambar tato yang di toreh pada wajah wanita, sebagai tanda mereka memasuki suatu tahapan baru dari suatu kehidupan.

Orang Yunani kuno memakai gambar tato untuk kepangkatan bagi para intelejen mereka. Adapun suku Nuer di Sudan memakai gambar tato sebagai inisial atau tanda pengenal bagi anak laki – laki mereka.

Di Indonesia sendiri hanya suku Mentawai dan Dayak di Kalimantan, serta suku Sumba di NTB yang dikenal memiliki tradisi memakai tato.

Dahulu jika seorang dari suku dayak berhasil memenggal kepala musuhnya maka ia akan diberi gambar tato pada bagian tangannya sebagai hadiah penghormatan. Sementara arti gambar tato pada suku Mentawai bukan merupakan hal sembarang yang melekat pada tubuh mereka. Karena sebelum di tato, terlebih dahulu harus melalui proses ritual Enegaf semacam pemberian inisial, yang prosesinya dilakukan dalam rumah adat mereka yang disebut Puturkaf Uma.

          Saat ini gambar tato yang melekat pada tubuh seseorang sudah menjadi fesyen yang merupakan gaya hidup bahkan mampu menimbulkan rasa percaya diri bagi pemakainya. Perlahan masyarakat umum sudah mulai menerima seni tato dan seakan tidak lagi menjadikan suatu stigma yang buruk.


Baca Selanjutnya Disini.....